Nama
: Eva Susanti Sianturi
NIM : 1470750020
Keberhasilan
gerakan Zapatista di Meksiko.
Abstract
Globalization has brought huge impact to the world,
especially for the social community which could then form a transnational
movement that crosses borders and without any government interference. The
Zapatista movement is a movement of Latin American local communities that work.
This movement began on January 1, 1994 which was then able to gain autonomy
from the Mexican government, as well as being one of the social movements that
affect the international world. Zapatista movement is also capable of changing
the political map of Mexico. The success of the Zapatista movement is also obtained
through close linkages with the global civil society. The success of the
zapatista movement can also be seen from the non-governmental social organiasi
from other countries who provide support and assistance to the Zapatista
movement in Mexico. Although the Zapatista movement had access to the country,
but they are not government movement, but a social movement arising from the
people of Mexico.
Kata
kunci: Globalisasi, Gerakan Zapatista, Meksiko, mayarakat adat, otonomi daerah
.
I.
Latar
Belakang
Gerakan
sosial adalah sebuah gerakan yang sadar dan terorganisir serta membawa dapak
dalam skala yang besar. Gerakan sosial selalu mempunyai target, selalu
mengklaim dirinya satu, berharga serta komit kepada isu yang mereka angkat
serta mempunyai kepentingan yang sama, serta gerakan sosial tidak menggunakan
aksi kekerasan melainkan menggunakan aksi damai.
Globalisasi
membawa dampak yang sangat berpengaruh kepada negara-negara di seluruh dunia.
Sudah kita ketahui bahwa globalisasi menjadi sebuah penyebab kemunculan
berbagai gerakan sosial di dunia, terutama berhubungan dengan identitas masyarakat sosial itu sendiri.
Globalisasi juga meyebabkan berkurangnya otoritas pemerintah dalam mengelola
sistem politik dan ekonomi. Gerakan sosial yang disebabkan oleh globalisasi
ialah dimulai oleh organisasi buruh di Perancis dan Jerman yang menentang
berkurangnya perlindungan negara terhadap kaum buruh. Globalisasi kemudian
mempengaruhi munculnya gerakan masyarakat Lokal di Amerika Latin khusunya di
Meksiko. Di Meksiko ada sebuah gerakan sosial Masyrakat yang bernama Zapista,
gerakan Zapatista ini awalnya dimulai dari masyarakat Maya dan petani di
Meksiko. Pada tahun 1974 gerakan masyarakat lokal dan petani tersebut mulai
membangun jaringan yang kuat setelah diadakannya Indigenous Congress. Gerakan sosial ini muncul karena masyarakat
merasa adanya ketimpangan sosial dan politik yang terjadi pada masayarakat
Meksiko. Walaupun gerakan ini memiliki pasukan militer yang mendukung mereka,
tetapi mereka tidak menggunakan jalur kekerasan, melainkan Zapatista mengunakan
jalur damai. Gerakan Zapatista tidak
hanya membawa perubahan terhadap masyarakat lokal yang mereka perjuangkan,
tetapi membawa perubahan pada masyarakat sipil, demokratisasi, serta pada
sistem politik Meksiko[i].
II.
Pembahasan.
Gerakan
Zapatista mulai dibentuk pada tahun 1974 di Meksiko, tetapi gerakan ini dikenal
masyarakat secara nasional maupun secara internasional pada tahun 1994. Gerakan
Zapatista dari daerah Chiapas, Meksiko, adalah salah satu contoh dari perjuangan
masyarakat adat di Amerika Latin untuk melawan sistem kapitalisme neoliberal.
Ketimpangan sosial yang menjadi dampak dari sistem tersebut telah menghinggapi
masyarakat adat di Chiapas. Kondisi ini yang membuat gerakan Zapatista melihat
perlunya alternative politik bagi mereka agar bisa bertahan dari tekanan
globalisasi yang sedang terjadi. Di saat negara berusaha menyatu dengan sistem
kapitalisme dunia, gerakan Zapatista berusaha memperjuangkan otonomi atas
kehidupan masyarakat adat di daerahnya yang tertinggal jauh dari dampak positif
seperti telah dijanjikan ekonomi kapitalisme.Gerakan ini memiliki semangat anti-imprelaisme. Pada awalnya gerakan
Zapatista dianggap sebagai gerakan revolusi bersenjata yang berpaham Marxisme,
namun seiring berjalannya waktu gerakan ini kemudian dianggap sebagai gerakan
yang menganut demokrasi yang dapat
dilihat dari struktur organisasinya dan deklrasi mereka. Zapatista bergerak di
hutan Lacondon di negara bagian Chiapas, mereka memberikan tauladan dan membuka
momentum bagi masyarakat adat Indian Maya yang tertindas untuk memperjuangkan
hak-haknya dari sistem ekonomi neoliberal dan eksploitasi para carciques (elit
penguasa). Selain tema landreform, otonomi pueblos indigena dari pengurusan
negara telah menjadi tema pokok perjuangan rakyat. Strategi utama Zapatista
adalah mewujudkan otonomi politik, ekonomi dan sosial melalui penetapan
wilayah-wilayah otonom yang dari waktu ke waktu semakin meluas. Di
wilayah-wilayah otonom tersebut, mereka menyelenggarakan kehidupan sosial dan
politik yang cocok, usaha pertanian sendiri melawan strategi liberalisasi
pertanian dan tanpa intervensi badan pemerintah. Dalam lingkup sosial
kebudayaan, gerakan Zapatista menentang praktek rasis di Meksiko dengan
membangun sebuah kesadaran baru tentang hak-hak masyarakat adat[ii].
Zapatista secara terbuka
menentang dan menghentikan proyek neoliberal yang berlangsung oleh adanya
perjanjian kerjasama perdagangan bebas antara pernerintahan Meksiko Amerika
Serikat, dan Kanada melalui perjanjian NAFTA ( North American Free Trade
Area ), yang menyingkiran petani dan
degradasi pedesaan, membangkitkan inspirasi masyarakat sipil menentang
otoritarianisme partai berkuasa, yaitu Institutionalized Revolutionary Party
(PRI) dan mengembangkan system demokrasi langsung. Misalnya pada daerah yang
otonom, mereka menerapkan pengambilan keputusan diambil secara konsensus dan
setelah semua pendapat didengarkan. Hak-hak berbicara dan memutuskan dipunyai
oleh semua orang umur 12 tahun ke atas, meski biasanya jarang putusan yang dilalui
dengan pengambilan suara.
Zapatista bergerak di hutan Lacondon di negara
bagian Chiapas, mereka memberikan tauladan dan membuka momentum bagi masyarakat
adat Indian Maya yang tertindas untuk memperjuangkan hak-haknya dari sistem
ekonomi neoliberal dan eksploitasi para carciques (elit penguasa). Selain tema
landreform, otonomi pueblos indigena dari pengurusan negara telah menjadi tema
pokok perjuangan rakyat. Strategi utama Zapatista adalah mewujudkan otonomi
politik, ekonomi dan sosial melalui penetapan wilayah-wilayah otonom yang dari
waktu ke waktu semakin meluas. Di wilayah-wilayah otonom tersebut, mereka
menyelenggarakan kehidupan sosial dan politik yang cocok, usaha pertanian
sendiri melawan strategi liberalisasi pertanian dan tanpa intervensi badan
pemerintah. Dalam lingkup sosial kebudayaan, gerakan Zapatista menentang
praktek rasis di Meksiko dengan membangun sebuah kesadaran baru tentang hak-hak
masyarakat adat.
Gerakan
Zapatista ini cukup unik karena mereka memiliki sumber daya yang diperlukan
untuk melakukan sebuah perlawanan yang besar. Ada beberapa lapis kekuatan yang
menjadi modal penting Zapatista untuk bisa bertahan sampai dengan saat ini.
Yang pertama adalah kekuatan bersenjata dari EZLN (Ejercito Zapatista de
Liberation National). Tidak dipungkiri kekuatan bersenjata ini menjadi
modal penting karena membuat perlawanan mereka tidak dengan mudah bisa
dipatahkan oleh negara, atau dalam hal ini militer. Kedua, gerakan Zapatista
memiliki jaringan yang luas dengan pihak yang mendukung mereka baik di tingkat
nasional atau internasiona. Lapis ketiganya adalah dukungan masyarakat adat di
berbagai zona konflik di Chiapas. Zapatista memang berfokus untuk
memperjuangkan tujuan mereka dengan cara-cara yang lebih politis ketimbang
menggunakan kekerasan[iii]
Gerakan
Zapatista juga berhasil mendapat solidiritas dari skala regional maupin global.
Hal ini dikarenakan oleh keberhasilan mereka dalam mengadakan
pertemuan-pertemuan internasional berskala besar seperti pertemuan
internasional antar benua yang pertama diadakn di Chipas pada musim panas tahun
1996, serta yang kedua pada musim panas tahun
1997 di Spanyol. Pertemuan-pertemuan tersebut dihaidiri oleh 3000 hingga
4000 orang aktivis yang datang dari 40 negara di penjuru dunia. Dukungan global
terhadap gerakan Zapatista juga membantu dalam memaksa pemerintah Meksiko untuk
bernegoisasi dan menghentikan aksirepresif pada awal munculnya gerakan
Zapatista.
walaupun
gerakan Zapatista ini mempunyai koneksi dengan Pemerintah Meksiko, tetapi
mereka adalah Non Goverment
Organitation. Gerakan Zapatitsa bernegoisasi dengan pemerintah Meksiko sehingga
menghasilkan sebuah perjanjian San Andres Accords, yang berisi tentang
memuat hubungan pemerintah Meksiko dengan pemerintah daerah Chipas serta
pengelolahan sumber daya alam yang ada. Gerakan Zapatistan juga berhasil
menyadarkan akan harga diri masyarakat Maya. pencapaian yang berhasil dicapai
oleh perlawanan Zapatista adalah diadakannya Persetujuan San Andres.
Persetujuan ini ditempatkan sebagai sebuah pencapaian karena pada akhirnya
negara mau untuk memberikan pernyataan untuk memberikan perhatian lebih kepada
hak-hak masyarakat adat yang selama ini bahkan sama sekali tidak diperhatikan
sama sekali. Pada tanggal 16 Februari 1996 Zapatista dan pemerintah Meksiko
melakukan sebuah pertmuan, dan pertemuan tersebut melahirkan sebuah kesepakatan
yaitu, Gerakan Zapatista menyerahkan kepercayaan kepada pemerintah untuk
menjamin adanya pengakuan atas hak-hak masyarakat adat di organisasi politik
maupun sosial, pemilu untuk pejabat lokal, keadilan dalam hal administratif,
manajemen sumber daya alam, kepemilikan atas tanah dan pembangunan budaya.
Persetujuan San Andres ini di satu sisi memang bisa dilihat sebagai pencapaian
dari gerakan Zapatista ini. Hal ini karena untuk pertama kalinya pemerintah
Meksiko mau berniat memberikan perhatian lebih kepada masyarakat adat. Gerakan
Zapatista juga berhasil menpatakan bantuan dari gerakan masyarakat sipil global
lainnya, yaitu dimana mereka diberikan bantuan militer, dana, pakaian, guru,
dokter,dan lain-lain. bantuan yang paling besar yang
didapatkan oleh Zapatista dari NGO yang lain ialah, dimana mereka mendapat
bantuan jaringan online internet yang membuat gerakan Zapatista mendapat
sorotoan inetrnasional. Adapun gerakan tarnsnasnioanl yang membantu Zapatista
diantarnya adalah Amnesty Internasional
dan International Commision of Jurist.
gerakan Zapatista sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut bergabung
dengan gerakan mereka dengan memiliki tujan yang sama. [iv]
III.
Kesimpulan.
Gerakan
sosial merupakan sebuah gerakan yang sadar yang terorganisir serta membawa
dampak dalam skala yang besar. Dapat dismpulkan bahawa gerakan Zapatista dapa
membawa dampak perubahan yang besar terhadap masyarkat Meksiko, khususnya bagi
masyarakat Lokal( Indian ) di Meksio dimana mereka akhirnya mendapatkan hak
mereka. yaitu mewujudkan otonomi politik, ekonomi dan sosial melalui penetapan
wilayah-wilayah otonom yang dari waktu ke waktu semakin meluas. Gerakan
Zapatista juga dapat memberikan pengaruh terhadap sistem politik Meksiko,
dimana Zapatista berhasil membuat pemerintah Meksiko menetapkan sebuah aturan
otonomi, dimana otonomi tersebut,otonomi untuk memperjuangkan hak-hak masyaraka
lokal di Meksiko. Keberhasilan gerakan Zapatitsa juga dapat dilihat dari
akhirnya pemerintah Meksiko untuk pertama kalinya berminat memberkan perhatian
lebih kepada masyarakat adat. Keberhasilan gerakan Zapatista ini juga berhasil
dikarenakan mereka mempunyai relasi yang banyak baik terhadap pemerintah mau
gerakan non pemertintah. Walaupun mereka mempunyai relasi dengan negara, tetapi
Gerakan Zapatista tetap konsen kepada isu mereka yaitu, memperjuangkan hak
masyarakat adat di Meksio. Gerakan Zapatsita juga berhasil mendapat dukungan
dari gerakan transnasional lainnya, dimana gerakan tersebut beregerak dibidang
perdamaian, serta Hak Asasi Manusia.
[i] Gemma van der Haar, “The Zapatista Uprising and the
Struggle for Indigenous Autonomy”, Revista Europea de Estudios Latinoamericanos
y del Caribe / European Review of Latin American and Caribbean Studies, April
2004, hal 99.
[ii] Diakses
dari: pembebasan.org/sub-marcos-dari-chiapas-membaca-gerakan-zapatista.html
pada tanggal 11 Desember pukul 19:41 WIB.
[iii] Diakses dari: http://www.hartford-hwp.com/archives/41/043.html
pada tanggal 15 Desember pukul 19:43 WIB.
[iv]
Subcomandate Marcos, Atas dan bawah:
Topeng dan kehidupan (komunike-komunike Zapatista melawan Neo-Liberal,
Resist Books, Jakarta, 2005, hal 30.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar