My Widget

Minggu, 27 Maret 2016

Keberhasilan Gerakan Zapatista

Nama : Eva Susanti Sianturi
NIM   : 1470750020


 Keberhasilan gerakan Zapatista di Meksiko.


Abstract
Globalization has brought huge impact to the world, especially for the social community which could then form a transnational movement that crosses borders and without any government interference. The Zapatista movement is a movement of Latin American local communities that work. This movement began on January 1, 1994 which was then able to gain autonomy from the Mexican government, as well as being one of the social movements that affect the international world. Zapatista movement is also capable of changing the political map of Mexico. The success of the Zapatista movement is also obtained through close linkages with the global civil society. The success of the zapatista movement can also be seen from the non-governmental social organiasi from other countries who provide support and assistance to the Zapatista movement in Mexico. Although the Zapatista movement had access to the country, but they are not government movement, but a social movement arising from the people of Mexico.
Kata kunci: Globalisasi, Gerakan Zapatista, Meksiko, mayarakat adat, otonomi daerah .

I.                    Latar Belakang
Gerakan sosial adalah sebuah gerakan yang sadar dan terorganisir serta membawa dapak dalam skala yang besar. Gerakan sosial selalu mempunyai target, selalu mengklaim dirinya satu, berharga serta komit kepada isu yang mereka angkat serta mempunyai kepentingan yang sama, serta gerakan sosial tidak menggunakan aksi kekerasan melainkan menggunakan aksi damai.
Globalisasi membawa dampak yang sangat berpengaruh kepada negara-negara di seluruh dunia. Sudah kita ketahui bahwa globalisasi menjadi sebuah penyebab kemunculan berbagai gerakan sosial di dunia, terutama berhubungan dengan  identitas masyarakat sosial itu sendiri. Globalisasi juga meyebabkan berkurangnya otoritas pemerintah dalam mengelola sistem politik dan ekonomi. Gerakan sosial yang disebabkan oleh globalisasi ialah dimulai oleh organisasi buruh di Perancis dan Jerman yang menentang berkurangnya perlindungan negara terhadap kaum buruh. Globalisasi kemudian mempengaruhi munculnya gerakan masyarakat Lokal di Amerika Latin khusunya di Meksiko. Di Meksiko ada sebuah gerakan sosial Masyrakat yang bernama Zapista, gerakan Zapatista ini awalnya dimulai dari masyarakat Maya dan petani di Meksiko. Pada tahun 1974 gerakan masyarakat lokal dan petani tersebut mulai membangun jaringan yang kuat setelah diadakannya Indigenous Congress. Gerakan sosial ini muncul karena masyarakat merasa adanya ketimpangan sosial dan politik yang terjadi pada masayarakat Meksiko. Walaupun gerakan ini memiliki pasukan militer yang mendukung mereka, tetapi mereka tidak menggunakan jalur kekerasan, melainkan Zapatista mengunakan jalur damai.  Gerakan Zapatista tidak hanya membawa perubahan terhadap masyarakat lokal yang mereka perjuangkan, tetapi membawa perubahan pada masyarakat sipil, demokratisasi, serta pada sistem politik Meksiko[i].

II.                  Pembahasan.
Gerakan Zapatista mulai dibentuk pada tahun 1974 di Meksiko, tetapi gerakan ini dikenal masyarakat secara nasional maupun secara internasional pada tahun 1994. Gerakan Zapatista dari daerah Chiapas, Meksiko, adalah salah satu contoh dari perjuangan masyarakat adat di Amerika Latin untuk melawan sistem kapitalisme neoliberal. Ketimpangan sosial yang menjadi dampak dari sistem tersebut telah menghinggapi masyarakat adat di Chiapas. Kondisi ini yang membuat gerakan Zapatista melihat perlunya alternative politik bagi mereka agar bisa bertahan dari tekanan globalisasi yang sedang terjadi. Di saat negara berusaha menyatu dengan sistem kapitalisme dunia, gerakan Zapatista berusaha memperjuangkan otonomi atas kehidupan masyarakat adat di daerahnya yang tertinggal jauh dari dampak positif seperti telah dijanjikan ekonomi kapitalisme.Gerakan ini memiliki semangat  anti-imprelaisme. Pada awalnya gerakan Zapatista dianggap sebagai gerakan revolusi bersenjata yang berpaham Marxisme, namun seiring berjalannya waktu gerakan ini kemudian dianggap sebagai gerakan yang menganut  demokrasi yang dapat dilihat dari struktur organisasinya dan deklrasi mereka. Zapatista bergerak di hutan Lacondon di negara bagian Chiapas, mereka memberikan tauladan dan membuka momentum bagi masyarakat adat Indian Maya yang tertindas untuk memperjuangkan hak-haknya dari sistem ekonomi neoliberal dan eksploitasi para carciques (elit penguasa). Selain tema landreform, otonomi pueblos indigena dari pengurusan negara telah menjadi tema pokok perjuangan rakyat. Strategi utama Zapatista adalah mewujudkan otonomi politik, ekonomi dan sosial melalui penetapan wilayah-wilayah otonom yang dari waktu ke waktu semakin meluas. Di wilayah-wilayah otonom tersebut, mereka menyelenggarakan kehidupan sosial dan politik yang cocok, usaha pertanian sendiri melawan strategi liberalisasi pertanian dan tanpa intervensi badan pemerintah. Dalam lingkup sosial kebudayaan, gerakan Zapatista menentang praktek rasis di Meksiko dengan membangun sebuah kesadaran baru tentang hak-hak masyarakat adat[ii].
Zapatista secara terbuka menentang dan menghentikan proyek neoliberal yang berlangsung oleh adanya perjanjian kerjasama perdagangan bebas antara pernerintahan Meksiko Amerika Serikat, dan Kanada melalui perjanjian NAFTA ( North American Free Trade Area  ), yang menyingkiran petani dan degradasi pedesaan, membangkitkan inspirasi masyarakat sipil menentang otoritarianisme partai berkuasa, yaitu Institutionalized Revolutionary Party (PRI) dan mengembangkan system demokrasi langsung. Misalnya pada daerah yang otonom, mereka menerapkan pengambilan keputusan diambil secara konsensus dan setelah semua pendapat didengarkan. Hak-hak berbicara dan memutuskan dipunyai oleh semua orang umur 12 tahun ke atas, meski biasanya jarang putusan yang dilalui dengan pengambilan suara.
 Zapatista bergerak di hutan Lacondon di negara bagian Chiapas, mereka memberikan tauladan dan membuka momentum bagi masyarakat adat Indian Maya yang tertindas untuk memperjuangkan hak-haknya dari sistem ekonomi neoliberal dan eksploitasi para carciques (elit penguasa). Selain tema landreform, otonomi pueblos indigena dari pengurusan negara telah menjadi tema pokok perjuangan rakyat. Strategi utama Zapatista adalah mewujudkan otonomi politik, ekonomi dan sosial melalui penetapan wilayah-wilayah otonom yang dari waktu ke waktu semakin meluas. Di wilayah-wilayah otonom tersebut, mereka menyelenggarakan kehidupan sosial dan politik yang cocok, usaha pertanian sendiri melawan strategi liberalisasi pertanian dan tanpa intervensi badan pemerintah. Dalam lingkup sosial kebudayaan, gerakan Zapatista menentang praktek rasis di Meksiko dengan membangun sebuah kesadaran baru tentang hak-hak masyarakat adat.
Gerakan Zapatista ini cukup unik karena mereka memiliki sumber daya yang diperlukan untuk melakukan sebuah perlawanan yang besar. Ada beberapa lapis kekuatan yang menjadi modal penting Zapatista untuk bisa bertahan sampai dengan saat ini. Yang pertama adalah kekuatan bersenjata dari EZLN (Ejercito Zapatista de Liberation National). Tidak dipungkiri kekuatan bersenjata ini menjadi modal penting karena membuat perlawanan mereka tidak dengan mudah bisa dipatahkan oleh negara, atau dalam hal ini militer. Kedua, gerakan Zapatista memiliki jaringan yang luas dengan pihak yang mendukung mereka baik di tingkat nasional atau internasiona. Lapis ketiganya adalah dukungan masyarakat adat di berbagai zona konflik di Chiapas. Zapatista memang berfokus untuk memperjuangkan tujuan mereka dengan cara-cara yang lebih politis ketimbang menggunakan kekerasan[iii]
Gerakan Zapatista juga berhasil mendapat solidiritas dari skala regional maupin global. Hal ini dikarenakan oleh keberhasilan mereka dalam mengadakan pertemuan-pertemuan internasional berskala besar seperti pertemuan internasional antar benua yang pertama diadakn di Chipas pada musim panas tahun 1996, serta yang kedua pada musim panas tahun  1997 di Spanyol. Pertemuan-pertemuan tersebut dihaidiri oleh 3000 hingga 4000 orang aktivis yang datang dari 40 negara di penjuru dunia. Dukungan global terhadap gerakan Zapatista juga membantu dalam memaksa pemerintah Meksiko untuk bernegoisasi dan menghentikan aksirepresif pada awal munculnya gerakan Zapatista.
walaupun gerakan Zapatista ini mempunyai koneksi dengan Pemerintah Meksiko, tetapi mereka adalah  Non Goverment Organitation. Gerakan Zapatitsa bernegoisasi dengan pemerintah Meksiko sehingga menghasilkan sebuah perjanjian   San Andres Accords, yang berisi tentang memuat hubungan pemerintah Meksiko dengan pemerintah daerah Chipas serta pengelolahan sumber daya alam yang ada. Gerakan Zapatistan juga berhasil menyadarkan akan harga diri masyarakat Maya. pencapaian yang berhasil dicapai oleh perlawanan Zapatista adalah diadakannya Persetujuan San Andres. Persetujuan ini ditempatkan sebagai sebuah pencapaian karena pada akhirnya negara mau untuk memberikan pernyataan untuk memberikan perhatian lebih kepada hak-hak masyarakat adat yang selama ini bahkan sama sekali tidak diperhatikan sama sekali. Pada tanggal 16 Februari 1996 Zapatista dan pemerintah Meksiko melakukan sebuah pertmuan, dan pertemuan tersebut melahirkan sebuah kesepakatan yaitu, Gerakan Zapatista menyerahkan kepercayaan kepada pemerintah untuk menjamin adanya pengakuan atas hak-hak masyarakat adat di organisasi politik maupun sosial, pemilu untuk pejabat lokal, keadilan dalam hal administratif, manajemen sumber daya alam, kepemilikan atas tanah dan pembangunan budaya. Persetujuan San Andres ini di satu sisi memang bisa dilihat sebagai pencapaian dari gerakan Zapatista ini. Hal ini karena untuk pertama kalinya pemerintah Meksiko mau berniat memberikan perhatian lebih kepada masyarakat adat. Gerakan Zapatista juga berhasil menpatakan bantuan dari gerakan masyarakat sipil global lainnya, yaitu dimana mereka diberikan bantuan militer, dana, pakaian, guru, dokter,dan lain-lain. bantuan yang paling besar yang didapatkan oleh Zapatista dari NGO yang lain ialah, dimana mereka mendapat bantuan jaringan online internet yang membuat gerakan Zapatista mendapat sorotoan inetrnasional. Adapun gerakan tarnsnasnioanl yang membantu Zapatista diantarnya adalah Amnesty Internasional dan International Commision of Jurist. gerakan Zapatista sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin ikut bergabung dengan gerakan mereka dengan memiliki tujan yang sama. [iv]
III.               Kesimpulan.
Gerakan sosial merupakan sebuah gerakan yang sadar yang terorganisir serta membawa dampak dalam skala yang besar. Dapat dismpulkan bahawa gerakan Zapatista dapa membawa dampak perubahan yang besar terhadap masyarkat Meksiko, khususnya bagi masyarakat Lokal( Indian ) di Meksio dimana mereka akhirnya mendapatkan hak mereka. yaitu mewujudkan otonomi politik, ekonomi dan sosial melalui penetapan wilayah-wilayah otonom yang dari waktu ke waktu semakin meluas. Gerakan Zapatista juga dapat memberikan pengaruh terhadap sistem politik Meksiko, dimana Zapatista berhasil membuat pemerintah Meksiko menetapkan sebuah aturan otonomi, dimana otonomi tersebut,otonomi untuk memperjuangkan hak-hak masyaraka lokal di Meksiko. Keberhasilan gerakan Zapatitsa juga dapat dilihat dari akhirnya pemerintah Meksiko untuk pertama kalinya berminat memberkan perhatian lebih kepada masyarakat adat. Keberhasilan gerakan Zapatista ini juga berhasil dikarenakan mereka mempunyai relasi yang banyak baik terhadap pemerintah mau gerakan non pemertintah. Walaupun mereka mempunyai relasi dengan negara, tetapi Gerakan Zapatista tetap konsen kepada isu mereka yaitu, memperjuangkan hak masyarakat adat di Meksio. Gerakan Zapatsita juga berhasil mendapat dukungan dari gerakan transnasional lainnya, dimana gerakan tersebut beregerak dibidang perdamaian, serta Hak Asasi Manusia.



[i] Gemma van der Haar, “The Zapatista Uprising and the Struggle for Indigenous Autonomy”, Revista Europea de Estudios Latinoamericanos y del Caribe / European Review of Latin American and Caribbean Studies, April 2004, hal 99.
[ii] Diakses dari: pembebasan.org/sub-marcos-dari-chiapas-membaca-gerakan-zapatista.html pada tanggal 11 Desember pukul 19:41 WIB.
[iii]  Diakses dari: http://www.hartford-hwp.com/archives/41/043.html pada tanggal 15 Desember pukul 19:43 WIB.
[iv] Subcomandate Marcos, Atas dan bawah: Topeng dan kehidupan (komunike-komunike Zapatista melawan Neo-Liberal, Resist Books, Jakarta, 2005, hal 30. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar