BEFORE_AFTER
Kamis, 23 April 2015
Indahnya Bono
ini dia nih sungai Bono, keren bukan?
pastinya keren banget dong hehe
bagi anda yang suka surving atau suka tarveling, kalian wajib deh mengunjungi Bono yang terletak di Riau, Teluk meranti (kab.Pelalawan) kalau dari rumah aku dari Pangkalan Kerinci kira-kira menempuh jarak 3 jam lewat jalur darat. kalian pasti tidak akan nyesal kalau berkunjung ke Teluk Meranti. :)
oke selamat mencoba ya
GBU ..
Gelombang Bono, di Riau
Bono, si Gelombang Hantu dari Riau
DI Provinsi Riau, tepatnya di Kuala Kampar, terdapat suatu fenomena alam
yang menjadi daya tarik wisata. Fenomena alam tersebut adalah Gelombang
Bono, yang akan segera terdaftar masuk dalam rekor dunia.
Fenomena alam ini terjadi di Sungai Kampar, dan merupakan peristiwa bertemunya aliran air sungai dan air laut di muara sungai. Pertemuan ini menghasilkan gelombang dan ombak besar bergulung-gulung dan bergerak dari muara menuju ke arah hulu.
Gelombang Bono juga terkenal dengan sebutan Seven Ghost (Gelombang Tujuh Hantu) dikarenakan gelombang yang dihasilkan bisa mencapai tujuh gelombang berurutan dan menciptakan kubah layaknya ombak laut.
Fenomena alam ini terjadi di Sungai Kampar, dan merupakan peristiwa bertemunya aliran air sungai dan air laut di muara sungai. Pertemuan ini menghasilkan gelombang dan ombak besar bergulung-gulung dan bergerak dari muara menuju ke arah hulu.
traveltoindon.blogspot.com
Gelombang Bono juga terkenal dengan sebutan Seven Ghost (Gelombang Tujuh Hantu) dikarenakan gelombang yang dihasilkan bisa mencapai tujuh gelombang berurutan dan menciptakan kubah layaknya ombak laut.
Bagi masyarakat sekitar, selain menjadikan fenomena ini sebagai obyek wisata, mereka juga kerap menggunakan Bono sebagai sarana adu ketangkasan dengan bermain perahu di atasnya. Sampai saat ini, telah banyak orang menjajal dahsyatnya berselancar dengan gelombang Bono, mulai dari peselancar nasional dan internasional.
Beberapa peselancar internasional yang sudah pernah berselancar dengan gelombang Bono berasal dari Prancis, Brasil, Inggris, Jerman, Kanada, Belgia, Amerika Serikat, Australia, Singapura, dan banyak lagi.
Untuk melihat fenomena Bono, perjalanan yang harus dicapai tidak mudah. Dari Pekanbaru, terlebih dahulu Anda harus menuju Pangkalan Kerinci sejauh 70 kilometer, kemudian menyewa speed boat menuju Desa Pulau Muda dan memakan perjalanan kira-kira 5 jam, sambil menyusuri Sungai Kampa
ini guys tentang sejarah Bono. selamat membaca ya :)
Objek Wisata “Bakudo” Bono Terletak di Kabupaten Pelalawan
Objek Wisata Propinsi Riau
KOPI, Pekanbaru – Gelombang ombak air sungai Kampar dengan ketinggian 4-6 meter. Ini satu-satunya fenomena alam air laut mengalir
masuk dan bertemu dengan air Sungai Kampar sehingga terjadi gelombang
dengan kecepatan yang cukup tinggi dan menghasilkan suara seperti suara
guntur dan suara angin kencang.
Satu-satunya keajaiban objek wisata dunia biasanya orang selancar (surfing) tengah laut, di kabupaten Pelalawan orang Surfing di sebuah sungai yakni sungai kampar ini buktinya bro.
Masyarakat sekitar memanfaatkan gelombang tersebut untuk surfing dengan papan selancar. Inilah keistimewaan gelombang bono mukjizat keindahaan alam dari Allah SWT.
Saat musim
pasang tinggi, gelombang sungai Kampar bisa mencapai 4-6 meter,
membentang dari tepi ke tepi menutupi keseluruhan badan sungai.
Peristiwa ini terjadi setiap hari, siang maupun malam hari.
Sejarah Bono
Bono ini ada dua jenis. Satu jantan di Sungai Kampar, dan betina di sungai Rokan, Bagansiapi-api. Bono di Kampar berkelamin jantan bergelombang tinggi (vertikal), sedangkan betina, ditandai bergelombang
horizontal alias melebar. "Makanya, banyak kapal di Bagansiapiapi
selalu terjerat (tersangkut) di tengah laut akibat Bono atau Beting
sebutan orang melayu Bagan," katanya.
Saat tidak ada pasang, Bono ini pergi menuju betina di sungai Rokan, Kabupaten Rokan Hilir. Lalu bercengkrama di Selat Melaka. Apabila pasang mulai membesar, maka kembalilah mereka ke tempat masing-masing, semakin gembiralah mereka berpacu ke sungai.
Bagi masyarakat tempatan yang sudah terbiasa dengan kedatangan Bono dan bernyali besar. Kedatangan Bono disambut dengan memacukan kapal motornya meluncur ke lidah ombak di punggung Bono bagaikan berselancar, atraksi ini oleh penduduk tempatan disebut 'Bekudo Bono' karena memang mirip dengan atraksi seorang joki yang sedang berusaha menjinakkan kuda liar.
Saat tidak ada pasang, Bono ini pergi menuju betina di sungai Rokan, Kabupaten Rokan Hilir. Lalu bercengkrama di Selat Melaka. Apabila pasang mulai membesar, maka kembalilah mereka ke tempat masing-masing, semakin gembiralah mereka berpacu ke sungai.
Bagi masyarakat tempatan yang sudah terbiasa dengan kedatangan Bono dan bernyali besar. Kedatangan Bono disambut dengan memacukan kapal motornya meluncur ke lidah ombak di punggung Bono bagaikan berselancar, atraksi ini oleh penduduk tempatan disebut 'Bekudo Bono' karena memang mirip dengan atraksi seorang joki yang sedang berusaha menjinakkan kuda liar.
Objek wisata bakudo Bono ini terletak di desa Teluk Meranti kabupaten Pelalawan. weekend rame wisatawan mancanegara surfing kesana.
Anda ingin kesana dengan mengendarai kendaraan roda empat menempuh jarak 1-2 jam ketempat objek pariwisata tersebut dari Pekanbaru jangan lupa bawa papan selancar
Minggu, 19 April 2015
Bono tempat favorit Surfing para bule
Bono, Mutiara Pariwisata Riau Yang Kian Mendunia
Gelombang Bono juga dikenal dengan sebutan "Seven Ghost" atau Gelombang Tujuh Hantu. Hal ini karena gelombang yang dihasilkan dari peristiwa alam itu, bisa mencapai tujuh gelombang berurutan dan menciptakan kubah layaknya ombak laut yang begitu mengesankan.Keunikan lainnya, adalah saat air laut bertemu dengan aliran sungai, maka secara alami akan terjadi gelombang tinggi disertai dentuman keras seperti suara petir disaat badai dengan diiringi hembusan angin kencang. "Buuuussssssttt..."
Siapa yang menyangka, dari fenomena alam ini, ternyata 'Bono' bisa menghasilkan gelombang dengan panjang gulungan lebih dari 50 kilometer dan mencapai ketinggian hingga empat bahkan enam meter. Kondisi tersebut didukung dengan kecepatan rata-rata 40 kilometer per jam. Bahkan, peselancar dunia asal Inggris, Steve King, berhasil memecahkan rekor dunia di ombak Bono pada Februari 2013. Steve King ditemani oleh dua temannya yang juga berasal dari Inggris, yakni Steve Holmes dan Nathan Maurice berhasil berselancar di atas gelombang 'Bono' dalam waktu 1 jam 4 menit menempuh jarak sekitar 20,65 km (12,8 mil).
Catatan rekor ini mengalahkan rekor Guinness World of Records sebelumnya (atas namanya sendiri) tahun 2006 dimana ia berselancar di atas gelombang Sungai Severn Bore, Inggris. Saat itu Steve menorehkan catatan berjarak 12,23 km (7,6 mil) ditambah 2,66 (1,65 mil) dengan waktu tempuh 1 jam 6 menit. Steve King, memilih ombak 'Bono' di Sungai Kampar, Provinsi Riau, untuk memecahkan rekor dunia berselancar paling panjang dan terlama di gelombang sungai karena rasa penasarannya tentang "Seven Ghost".
Beberapa peselancar internasional yang sudah pernah 'mencicipi' peristiwa alam 'Bono' berasal dari berbagai negara. Semisal Brasil, Inggris, Jerman, Prancis, Amerika, Kanada serta Belgia. Kemudian ada juga peselancar dari Singapura, Jepang dan Malaysia. Mereka adalah 'penggila' ombak laut yang terpana dengan kemisteriusan "Seven Ghost". Potensi alam yang begitu menakjubkan itu akhirnya dilirik oleh pemerintah. Terdapat berapa program Kementreian Pariwisata dan Pemkab Pelalawan pada tahun 2013 ini. Tujuannya, untuk pengembangan pesona objek wisata 'Bono'.
Dua target utama yang di jalankan oleh Kementrian Pariwisata untuk membangun dan memajukan objek wisata Bono diantaranya yakni membuat anjungan atau menara untuk para wistawan agar dapat melihat keindahan ombak 'Bono' dari kejauhan dan secara menyeluruh. Menara pemantau ini rencananya akan dirikan di daerah Tanjung Bau-bau pada titik atau lokasi yang dianggap strategis. Kemudian juga akan ada kegiatan sosialisasi 'masterplant' tentang 'Bono' pada 20 Juni 2013. Hal ini adalah untuk mengkaji jumlah biaya investasi yang diperlukan dalam mengembangkan Bono sebagai sebuah destinasi wisata baru.
Selain program dari kementrian, Pemkab Pelalawan juga bakal mencanangkan dua program besar. Seperti membuat jalan lintas 'Bono' (akses) yang bagus untuk masuk dari jalan perkampungan menuju lokasi objek wisata mengesankan itu. Kemudian, Pemkab juga akan membeli beberapa speedboat (kapal cepat) dan peralatan pengamanan bagi pengunjung atau wisatawan. Untuk tahun ini, bahkan Pemkab akan mengelar suatu acara festifal yang dinamai 'bakudo bono'. Kegiatan ini merupakan acara berskala internasional yang disajikan khusus untuk parawisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kalau tidak ada halangan, kegiatan ini akan dilaksankan pada September 2013. 'Seven Day for Seven Ghost' merupakan tema yang pantas bagi 'keanehan Bono' yang begitu 'gila'.
Kenapa tema yang menarik ini yang diangkat?, Sebab legenda yang ada di 'Bono' adalah persepsi tentang tujuh 'hantu' dengan keidentikan angka tujuh yang begitu lekat. Bahkan pesepak bola terbaik dunia sekelas Cristiano Ronaldo, begitu tenar dengan angka tujuh. Angka tujuh (seven), tentu menjadi kunci keidentikan 'Bono'. Pada Aprli 2010 (saat promosi awal) potensi ini akan 'disulap' menjadi sebuah wisata sekaligus magnet terindah yang pernah dimiliki daerah ini.
Peralatan peselancar juga sudah ada beberapa di lokasi 'Bono' khusus untuk para 'penggila' 'Seven Ghost'. Bahkan, perlengkapan surfing telah disediakan pemerintah setempat dengan sangat memadai. Tidak hanya itu, Pemkab juga akan membeli beberapa kapal cepat modern sehingga layak untuk difungsikan sebagai layanan turis asing. Dalam sisi promosi, agaknya Pemkab Pelalawan telah berupaya semaksimal mungkin. Bahkan Pemprov Riau, dalam waktu dekat akan mengundang sebanyak 25 perwakilan Pemerintah Provinsi se-Indonesia guna mengunjungi sang 'Bono'.
Kegiatan ini, merupakan 'gawenya' Badan Penghubung Provinsi Riau yang berada di Jakarta. Dalam kegiatan ini, Dinas Pariwisata Pelalawan diminta untuk dapat memepresentasikan objek wisata 'Bono' dalam forum khusus, disamping juga melakukan pertukaran segudang informasi dari seluruh daerah tentang potensi pariwisata di daerah masing-masing. Kegiatan ini dianggap sangat baik, karena seluruh daerah melalui Dinas Pariwisata se Indonesia yang hadir nantiya, akan dapat membantu dearah-daerah lainnya yang memiliki objek wisata terbaharukan untuk dapat dikembangkan. Seperti 'Bono'...!
Hal itu juga seiring dengan tujuan dari program Kementrian Pariwisata, agar objek wisata yang ada di seluruh Indonesia dapat tergali dan tersaji dengan baik, sehingga diharapkan tidak hanya menjadi 'icon', namun sumber 'kesegaran' bagi promosi daerah. Bicara soal 'Bono', keterpesonaan itu bagai bintang kartun Upin-Ipin yang begitu 'mewabah' dikalangan anak bahkan dewasa. Pada waktu kegiatan pagelaran pariwisata di Den Haag, Belanda pada awal 2013 misalnya, objek wisata 'Bono' juga diperkenalkan dan dipromosikan dengan begitu 'wah'.
Di malam pagelaran seni ketika itu, tema yang diangkat untuk 'Bono' adalah 'Somewhere in Indonesia' yang berarti daerah ini merupakan suatu tempat yang indah, bahkan terindah. Saat ini, 'Bono' tidak lagi setara dengan kartun 'Upin-Ipin', namun jauh lebih tenar se-jagat raya setelah ditayangkan dalam film dokumenter yang berkisah tentang "Seven Ghost". Film dokumenter ini merupakan ciptaan pihak Kementrian Pariwisata Indonesia dan diakui memiliki prestasi yang begitu mengesankan. Dari hasil karya dan keindahan alam berselancar diatas gulungan ombak 'Bono'. Bahkan dalam festival film di Virginia, sebuah negara bagian Amerika Serika, film dokumenter tentang 'si Bono' mengalahkan sejumlah visualisasi wisata se jagat raya. Ketika itu, 'Bono' mendapat juara ketiga, sekaligus terbaik dalam konsep wisata Indonesia yang pernah ada.
Sebuah fenomena alami yang mengesankan. Meski sebenarnya peristiwa gelombang yang sama juga terdapat di beberapa negara di dunia, 'Bono' tetap memiliki daya tarik tersendiri. Tercatat dalam sejarah, ada lima gelombang yang menyerupai ombak 'Bono' Pelalawan. Untuk skala Asia, terdapat tiga lokasi, dimana dua diantaraya berada di Asia Tenggara. Seperti di Malaysia, tepatnya di wilayah Serawak, kemudian di Sungai Siantang di China. Diantara 'Bono-Bono' tersebut, gelombang 'Bono' Pelalawan berada pada posisi teratas dengan nuansa alam yang begitu membuat 'mata-mata' turis terkesima. Keindahan alam ini, merupakan kelangkaan yang harus 'dicicipi' oleh mereka yang belum pernah berkunjung ke 'Bono' Pelalawan. (Advertorial)
Langganan:
Postingan (Atom)







