My Widget

Sabtu, 26 Maret 2016

Keberhasilan  Jama’ah Tabaligh  terhadap gerakan transnasional Islam di Dunia
Eva Susanti Sianturi (1470750020).
Program Studi Hubungan Internasional
Universitas Kristen Indonesia
Jl. Mayjen Sutoyo No. 2 Cawang, Jakrta Timur
Eva15s.sianturi@gmail.com



Abstract- Now Islam, the West, as well as terrorists become an issue much discussed by each country. This issue was widely discussed after the occurrence tragerdi 9/11 in the United States. We have so many transnational Islamic movement that emerged and much discussed, one of the transnational movement of Islam is Islam Jama'ah Tabaligh transnational movement of Indian origin. According Machasin, Islamic fundamentalist movements often associated with destructive acts, such as bombings in public places and places of worship, as well as suicide bombings. The fundamnetalis, especially Talliban often also be understood as a movement that legalized violence to achieve their goals in the name of religion. Jama'ah Tabaligh own motion even though they have no formal organizations exist, but they possess the followers of this movement has broad, such as Pakistan, Saudi Arabia, even in Indonesia itself has formed a movement Tabaligh Jama'ah.
Keywords-  Transnational Islamic movement, Tablighi Jamaat, Muhammad Ilyas.

I.                    PENDAHULUAN
Islam dan Barat banyak  diperbincangkan pasca terjadinya tragredi 9/11 yaitu pengeboman pada gedung WTC di Amerika Serikat, memberikan impilkasi luas bagi dinamika politik dunia terutama pada hubungan antara Islam dan Barat Di abad ke-20 masyarakat dunia menyaksikan munculnya sejumlahgerakan kebangkitan, revitalisasi, dan pembaruan keagamaan di kalanganumat Islam di berbagai belahan dunia. Salah satu diantaranya, ialah gerakan Jama’ah Tabaligh, yang didirikan oleh Ulama Maulana Muhammad  Ilyas pada tahun  (1885-1944), jebolan madrasah Dar al-Ulum di Deoband, sebuah kota
yang tidak jauh dari Delhi India. Gerakan Jama’ah didirikan oleh Muhammad Iiyas di India. Seperti yang kita ketahui bahwa di India mereka khususnya penganut agama Hindu di Indaia sangat memperhatikan kasta, tetapi berbeda dengan gerakan Jama’ah Tabaligh dimana gerakan ini merangkul semua masyrakat muslim serta  bergerak mulai dari kalangan bawah, tanpa memandang status mereka, serta tanpa memandang ekonomi yang masing-masing mereka miliki. Gerakan Jama’ah Tabligh memiliki tujuan yaitu mendekatkan diri mereka kepada Islam dengan seperti ajaran semula yang diajarakan oleh Nabi Muhammad SAW. [1]  Jamaah Tabaligh sebenarnya bertumbuh dan berkembang dari kalangan Muslim di Asia Selatan, namun pada saat ini hampir disemua wilayah yang berpendudukan muslim Suni, termasuk Indonesia telah aktif secara signifikan di gerakan Jama’ah Tabaligh. Muhammad Ilyas awalnya membuat gerekan ini memiliki tujuan, yaitu ingin memperbaiki mental para muslimin yang pada saat itu lagi mengalami penurunan. Hal ini terbukti dengan banyakanya masjid-masjid yang kosong, tidak dilaksanakannya ibadah wajib, serta banyaknya praktek-praktek kemusyrikan. Muhammad Ilyas juga berpendapat bahawa dengan kembalinya ke ajaran-ajaran Muhammad SAW, maka akan bisa memperbaiki kemerosotan mental muslim, dimana pada saat itu di India banyak sekali masyarakat muslim yang mengalami kemerosotan mental. Maka dari itu Muhammad Ilyas mulai memperbaiki kemeorsotan mental yang terjadi pada masyarakat muslim di India. Dari keadaan terseut Muhammad Ilyas mendirikan sebuah Gerakan Transnasional Islam, di India yang bernama Jama’ah Tabaligh. [2] 
Dalam tulisan ini saya akan memaparkan sebuah permasalahan yaitu, Bagaimana kebershasilan gerakan Jama’ah Tabaligh di Indonesia?




II.                  PEMBAHASAN

A.      Sejarah Terbentuknya Gerakan Jama’ah Tabaligh.
Gerakan Jama’ah Tabaligh di dirikan oleh seorang ulama yang bernama Muhammad Ilyas, gerakan ini lahir di India, gerakan ini berasal dari India karena pada saat itu Muhammad Ilyas melihat keadaan masyarakat muslim yang ada di India sedang mengalami kemerosotan mental. Tujuan Muhammad Ilyas mendirikan gerakan ini yaitu ingin menciptakan sistem dakwah baru, yang tidak membedakan antara ahlus-sunnah dan golongan-golongan lainnya dimana gerakan Jama’ah Tabaligh ini membolehkan siapa saja yang ingin bergbaung kedalam gerakan Jama’ah Tabaligh tanpa memandang status. Gerakan Jama’ah Tabaligh mempunyai ciri khusus yaitu dimana para anggotnya sering pergi keluar untuk berdkawah, karena gerakan Jama’ah Tabaligh ini sendiri memliki tujuan berdakwah. Gerakan Jama’ah Tabaligh ini juga berupaya untuk menumbuhkan praktek ritual dan perilaku perseorangan yang berkaitan terhadap ibadah. [3] Ada enam ideologi yang di miliki oleh gerakan Jama’ah Tabaligh yaitu:
1).  yakin terhadap kalimah sayahadat, ‘’Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah’’.
2). shalat khusyuk dan khudu, yaitu shalat dengan konsentrasi batin dan rendah diri dengan mengikuti cara yang dicontohkan Rasulullah.
3).  ilmu ma'adz dzikr, yakni melaksanakan perintah Allah setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan keagungan Allah serta mengikuti cara Rasulullah.
4).  ikramul Muslimin, yakni memuliakan sesama Muslim dengan menunaikan kewajiban pada sesama Muslim tanpa menuntut hak kita ditunaikannya.
5).  tashihun niyah, yakni membersihkan niat dalam beramal semata-mata karena Allah.
6). dakwah dan tabligh, yakni menggunakan diri, harta, dan waktu seperti yang diperintahkan Allah


B.      Keberhasilan Gerakan Jama’ah Tabligh
Gerakana Jama’ah Tabaligh merupakan sebuah gerakan Islam transnasional yang berhasil, walaupun gerakan ini tidak mempunyai organisasi yang formla, tetapi gerakan ini telah mempunyai banyak pengikut di negara-negara lain, seperti di Paksitan, Bangladesh, Arab Saudi, Yordania, Palestina, Libanon, Mesir, Sudan, Iraq, serta Indonesia. Penyebaran ideologi-ideologi Tabaligh yaitu melalui-melalui individu, yaitu dengan cara jika ada salah seorang anggota Tabaligh di tempatkan di sebuah desa maka angggotanya tersebut menyebarkan ideologi mereka melalui masjid di tempat mereka berada, karena gerakan Jama’ah Tabaligh beranggapan bahwa dengan cara seperti itu ajaran mereka dapat berkembang secara meluas dengan efektif.
Kurang dari dua dekade gerakan Tabaligh telah berkembang secara pesat di luar kawasan Asia Selatan. Ribuan Muslim bergabung dengan Syekh Maulana Ilyas untuk menyebarkan pesan Islam di seluruh Mewat -- sebuah dataran tinggi Gangetic di India Utara. Ratusan masjid baru dibangun dan lusinan madrasah didirikan. Perlahan namun pasti, masyarakat Muslim di Mewat mulai menaati ritual-ritual wajib seperti mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa selama Ramadhan, dan melaksanakan haji. Di bawah kepemimpinan Syekh Muhammad Yusuf, Jamaah Tablig mulai mengembangkan aktivitasnya pada 1946. Sejak itulah, jaringan dakwah yang dikembangkan Jamaah Tablig telah mencapai negara-negara di kawasan Asia Barat Daya, Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika Utara. 
Gerakan dakwah Jamaah Tabligh semakin menginternasional di bawah kepemimpinan Syekh Maulana In'amul Hasan. Ia adalah pemimpin ketiga Jamaah Tablig.  Kini, Jamaah Tablig menjadi gerakan Islam yang benar-benar mendunia. Pengaruhnya telah tumbuh secara signifikan mulai abad ke-20 hingga saat ini, khususnya di Asia Selatan dan Asia Tenggara, juga di Afrika dan di antara komunitas-komunitas muslim di Barat. kebanyakan pengikut Jamaah Tabligh di Asia Selatan, berasal dari kelas menengah ke bawah dan dari wilayah-wilayah semi-urban. Gerakan itu juga menarik jumlah pengikut yang sangat besar di kalangan pegawai pemerintah tingkat rendah, kaum profesional, dan guru-guru sekolah[4]. 
Keberhasilan gerakan Jama’ah Tabaligh sudah terbukti dengan meluasnya persebaran pengikut Jama’ah Tabaligh di dunia internasional. Gerakan Jama’ah Tabaligh tidak menerima dana ataupun donasi dari  siapapun ,untuk menjalankan aktivitasnya Biaya operasional Tabligh dibiayai sendiri oleh pengikutnya. Ada dua prinsip yang sangat fundamental bagi Jamaah Tabligh yaitu tidak melibatkan diri dalam politik praktis dan tidak membahas masalah keagamaan yang bersifat khilafiyah. Keberhasilan Gerakan Jama’ah Tabaligh juga disebabkan dikarenkan gerakan ini tidak melibatkan diri dalam politik, dimana gerakan ini fokus untuk menjadikan seorang muslim mempuyai mental yang baik, serta menjadikan seorang muslim yang shaleh. Di Indonesia sendiri pengikut Jama’ah Tabaligh sudah cukup banyak. Seperti yang kita ketehahui banyak masyarakat muslim di Indonesia yang melakukan dakwah, karena masyarakat muslim Indonesia berpikir dengan mereka melakukan dakwah maka mereka akan beramal, dan akan menjadi seorang muslim yang baik dan shaleh sesuai dengan yang diajarkan oleh Muhammad SAW. Keberhasilan Jama’ah Tabaligh juga dikarenakan dimana mereka lebih memilih cara berdakwah dengan cara menghindari kekerasan dan mereka juga sangat menghindari isu politik. Keberhasilan gerakan Jama’ah Tabaligh juga terjadi pada tahun 1978, dimana gerakan Jama’ah Tabaligh berhasil membangun sebuah Masjid Tabligh di Dewsbury, Inggris yang kemudian menjadi markas besar masyarakat gearkan Jama’ah Tabaligh  yang ada di Eropa.    Markas pusat Jama’ah Tabaligh ada di Nizzamudin, India. Kemudian setiap negara mempunyai markas pusat nasional.[5]  Jamaah Tabligh mudah masuk ke berbagai negara di dunia, karena gerakan ini menjauhkan diri dari dunia politik dan kontroversi-kontroversi politis. Yang lebih menarik, metode dakwah yang digunakan Syekh Maulana Ilyas untuk menyeru manusia kepada Islam terbilang sederhana. Dakwah Jamaah Tabligh berhasil menjangkau semua negara di dunia berkat ketulusan dan kesederhanaan jamaahnya, serta pesan-pesan dakwahnya yang nonkontroversial dan nonsektarian. Tak hanya itu, Jamaah Tabligh unggul dari sisi daya pikat personal para juru dakwahnya.
di Indonesia gerakan Jama’ah Tabaligh masuk pada tahun 1952 di bawah oleh para imigran muslim Asia Selatan, dan gerakan Jama’ah Tabaligh ini juga telah mencapai 27 propinsi di Indonesia.[6]  Salah satu propinsi di Indonesia yang terkena dampak gerakan Jama’ah Tabaligh ialah di Sulawesi Selatan, dan secaar tidak langsung telah menjadikan Makasar sebagai tempat pusta kegiatan gerakan Jama’ah Tabaligh di Indonesia. Dampak perubahan  yang diberikan gerakan Jama’ah Tabaligh terhadap masyarakat yang mengikuti gerakan Jama’ah Tabaligh di Indonesia khususnya di Makasar, dari suasana yang tidak agamis hingga saat ini menjadi wilayah yang agamis. Cukup banyak anggota masyarakatikut serta dalam kegiatan mereka. Sehingga hampir setiap hari dijumpaikelompok-kelompok Jamaah Tabligh melaksanakan khuruj fi sabilillah untuk melaksanakan dakwah Islamiyah,denganpenekanan pada aspek amar ma’ruf. Berbagai kelompok lapisan masyarakat, mulai dari lapisan bawah, misalnyakelompok tukang becak, penjual keliling dan kelompok-kelompok lainnyamisal, mahasiswa, pegawai negeri sipil, militer dan kepolisian dijadikansasaran dakwah. Hasilnya, banyak anggota masyarakat berubah sikap danperilaku keagamaannya. Harapan Maulana Muhammad Ilyas mendapat respon yang positif dari masyarakat Indonesia. Orang yang pertama sekali yang mengajarkan gerakan Jama’ah Tabaligh ke Maksara ialah orang India. Masjid pertama
yang dikunjungi ialah masjid Nurul Yaqin di Pa’baeng-baeng dan Masjid di Pandang-Pandang Sungguminasa. Sesudah itu, terus berkunjung ke Takalar,dan Jeneponto. Sesudah itu, datang tamu silih berganti dengan tujuan dakwahyang berasal dari berbagai negara. Ada dari Pakistan, Banglades dan India.Yang menjadi pusat kegiatan, pertama Jamaah Tabligh di Makassar ialah perguruan Cokroaminoto di Jl. Pontiku. Keberhasilan gerakan Jama’ah Tabaligh di Indonesia bukan hanya di Makasar tetapi di Medan juga terdapat pengaruh gerakan jama’ah Tabaligh. Gerakan ini tidak berambisi dalam masalah politik tetapi mengajak manusia untuk taat pada Alloh SWT dan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dengan menjadikan masjid sebagai basis dakwah. Tak heran di Indonesia yang banyak masjid tetapi sepi dari umat dengan kedatangan jamaah ini menjadi makmur dan banyak amalan sunnah yang hidup. Jamaah tabligh selalu mengajak untuk membangun persaudaraan dan silahturahmi tanpa memandang ras dan kedaerahan/negara. Disaat ini orang bersilaturahmi didasarkan kepentingan tertentu saja. Dengan adanya gerakan jamaah tabligh yang mengajak untuk silaturahmi antar sesama muslim seluruh dunia. Gerakan ini disambut baik oleh masyarakat indonesia. Bahkan banyak kalangan tradisional yang ikut dalam gerakan jamaah tabligh masyarakat Indonesia banyak yang tertarik terhadap gerakan Jama’ah Tabaligh dikarenakan gerakan ini di dalam mereka mengajak umat untuk taat pada Alloh dan Rasul Nya mereka lakukan dengan akhlak mulia dan santun. Mereka berdakwah tidak meminta bayaran tetapi malah berkorban sehingga punya militansi yang tinggi.

III.               KESIMPULAN
Gerakan Jama’ah Tabaligh berasal dari India, dari seorang tokoh yang bernama Muhammad Ilyas yang dimana awalnya gerakan ini dibentuk untuk mengubah perilaku manusia muslim yang ada di India  menjadi perilaku yang lebih baik lagi, karena pada saat itu banyak orang-orang muslim yang mengalami kemerosotan mental di India. Gerakan Jamaah Tabaligh merupakan sebuah gerakan yang berasal dari pengalaman keagamaan yang dialami oleh pendirinya kemudian melahirkan suatu bentuk perkumpulan keagamaan yang kemudian gerakani menjadi sebuah gerakan yang besar dan berhasil didunia. Gerakan Jama’ah Tabligh sendiri banyak memikat para pengikutnya diberbagai dunia karena geraka ini hanya berfokus untuk berdakwah dan tidak membicarakan politik, serta gerakan ini tidak menggunakan kekerasan dalam hal dakwah mereka. gerakan Jama’ah Tabaligh sendiri mempunyai damapak yang cukup besar terhadap Indonesia. Di Indonesia sendiri, Makasar dan Medan menjadi salah satu daerah yang menjadi persebaran gerakan Jama’ah Tabaligh di Indonesia. Gerakan Jama’ah Tabaligh sudah memenuhi kriteria sebagai sebuah gerakan sosial yang ideal dikaenakan, gerakan ini tidak memiliki isu politik serta tidak menggunakan kekerasan dalam melakukan aksi gerakan mereka, serta gerakan ini juga merupakan hasil dari pengalaman pendirnya yang berkeinginan untuk mengubah orang-orang yang ada di India mempunyai mental yang baik dan islmiah. Jadi keberhasilan Jama’ah Tabaligh di Indonesia cukup pesat, bukan hanya di Makasar saja tetapi Medan juga telah ada gerakan Jama’ah Tabaligh di Indonesia, dan masih banyak wilayah-wilayah lain yang ada di Indonesia yang menjadi pengikut gerakan jama’ah Tabaligh. Masyarakat di Indonesia merasa bahwa gerakan Jama’ah Tabaligh merupakan suatu gerakan yang ideal karena mereka tidak menggunkan kekerasan, tidak membicarakan politik, serta gerakan ini tidak memandang status sosial seseorang yang mau bergabung dengan gerakan jama’ah Tabaligh di Indonesia.


REFRENSI.
1.        Yoginder Sikand, Sufisme Pembaru Jamaah Tabligh Kasus Komunitas Meo di Mewat, di India,  Rajawali Press,, Jakarta, 2008, hal 221.
2.        D. Metclaf, Aktivisme Islam Tradisionalis Deoband Tabaligh dan Taliban dalam Dinamika Kontemporer dalam Masyarakat Islam, INIS, Jakarta, 2003, hal 137.
3.        Metclaf, op.cit., hal 139

 Keberhasilan  Jama’ah Tabaligh  terhadap gerakan transnasional Islam di Dunia
Eva Susanti Sianturi (1470750020).
Program Studi Hubungan Internasional
Universitas Kristen Indonesia
Jl. Mayjen Sutoyo No. 2 Cawang, Jakrta Timur
Eva15s.sianturi@gmail.com


Abstract- Now Islam, the West, as well as terrorists become an issue much discussed by each country. This issue was widely discussed after the occurrence tragerdi 9/11 in the United States. We have so many transnational Islamic movement that emerged and much discussed, one of the transnational movement of Islam is Islam Jama'ah Tabaligh transnational movement of Indian origin. According Machasin, Islamic fundamentalist movements often associated with destructive acts, such as bombings in public places and places of worship, as well as suicide bombings. The fundamnetalis, especially Talliban often also be understood as a movement that legalized violence to achieve their goals in the name of religion. Jama'ah Tabaligh own motion even though they have no formal organizations exist, but they possess the followers of this movement has broad, such as Pakistan, Saudi Arabia, even in Indonesia itself has formed a movement Tabaligh Jama'ah.
Keywords-  Transnational Islamic movement, Tablighi Jamaat, Muhammad Ilyas.

I.                    PENDAHULUAN
Islam dan Barat banyak  diperbincangkan pasca terjadinya tragredi 9/11 yaitu pengeboman pada gedung WTC di Amerika Serikat, memberikan impilkasi luas bagi dinamika politik dunia terutama pada hubungan antara Islam dan Barat Di abad ke-20 masyarakat dunia menyaksikan munculnya sejumlahgerakan kebangkitan, revitalisasi, dan pembaruan keagamaan di kalanganumat Islam di berbagai belahan dunia. Salah satu diantaranya, ialah gerakan Jama’ah Tabaligh, yang didirikan oleh Ulama Maulana Muhammad  Ilyas pada tahun  (1885-1944), jebolan madrasah Dar al-Ulum di Deoband, sebuah kota
yang tidak jauh dari Delhi India. Gerakan Jama’ah didirikan oleh Muhammad Iiyas di India. Seperti yang kita ketahui bahwa di India mereka khususnya penganut agama Hindu di Indaia sangat memperhatikan kasta, tetapi berbeda dengan gerakan Jama’ah Tabaligh dimana gerakan ini merangkul semua masyrakat muslim serta  bergerak mulai dari kalangan bawah, tanpa memandang status mereka, serta tanpa memandang ekonomi yang masing-masing mereka miliki. Gerakan Jama’ah Tabligh memiliki tujuan yaitu mendekatkan diri mereka kepada Islam dengan seperti ajaran semula yang diajarakan oleh Nabi Muhammad SAW. [1]  Jamaah Tabaligh sebenarnya bertumbuh dan berkembang dari kalangan Muslim di Asia Selatan, namun pada saat ini hampir disemua wilayah yang berpendudukan muslim Suni, termasuk Indonesia telah aktif secara signifikan di gerakan Jama’ah Tabaligh. Muhammad Ilyas awalnya membuat gerekan ini memiliki tujuan, yaitu ingin memperbaiki mental para muslimin yang pada saat itu lagi mengalami penurunan. Hal ini terbukti dengan banyakanya masjid-masjid yang kosong, tidak dilaksanakannya ibadah wajib, serta banyaknya praktek-praktek kemusyrikan. Muhammad Ilyas juga berpendapat bahawa dengan kembalinya ke ajaran-ajaran Muhammad SAW, maka akan bisa memperbaiki kemerosotan mental muslim, dimana pada saat itu di India banyak sekali masyarakat muslim yang mengalami kemerosotan mental. Maka dari itu Muhammad Ilyas mulai memperbaiki kemeorsotan mental yang terjadi pada masyarakat muslim di India. Dari keadaan terseut Muhammad Ilyas mendirikan sebuah Gerakan Transnasional Islam, di India yang bernama Jama’ah Tabaligh. [2] 
Dalam tulisan ini saya akan memaparkan sebuah permasalahan yaitu, Bagaimana kebershasilan gerakan Jama’ah Tabaligh di Indonesia?




II.                  PEMBAHASAN

A.      Sejarah Terbentuknya Gerakan Jama’ah Tabaligh.
Gerakan Jama’ah Tabaligh di dirikan oleh seorang ulama yang bernama Muhammad Ilyas, gerakan ini lahir di India, gerakan ini berasal dari India karena pada saat itu Muhammad Ilyas melihat keadaan masyarakat muslim yang ada di India sedang mengalami kemerosotan mental. Tujuan Muhammad Ilyas mendirikan gerakan ini yaitu ingin menciptakan sistem dakwah baru, yang tidak membedakan antara ahlus-sunnah dan golongan-golongan lainnya dimana gerakan Jama’ah Tabaligh ini membolehkan siapa saja yang ingin bergbaung kedalam gerakan Jama’ah Tabaligh tanpa memandang status. Gerakan Jama’ah Tabaligh mempunyai ciri khusus yaitu dimana para anggotnya sering pergi keluar untuk berdkawah, karena gerakan Jama’ah Tabaligh ini sendiri memliki tujuan berdakwah. Gerakan Jama’ah Tabaligh ini juga berupaya untuk menumbuhkan praktek ritual dan perilaku perseorangan yang berkaitan terhadap ibadah. [3] Ada enam ideologi yang di miliki oleh gerakan Jama’ah Tabaligh yaitu:
1).  yakin terhadap kalimah sayahadat, ‘’Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah’’.
2). shalat khusyuk dan khudu, yaitu shalat dengan konsentrasi batin dan rendah diri dengan mengikuti cara yang dicontohkan Rasulullah.
3).  ilmu ma'adz dzikr, yakni melaksanakan perintah Allah setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan keagungan Allah serta mengikuti cara Rasulullah.
4).  ikramul Muslimin, yakni memuliakan sesama Muslim dengan menunaikan kewajiban pada sesama Muslim tanpa menuntut hak kita ditunaikannya.
5).  tashihun niyah, yakni membersihkan niat dalam beramal semata-mata karena Allah.
6). dakwah dan tabligh, yakni menggunakan diri, harta, dan waktu seperti yang diperintahkan Allah


B.      Keberhasilan Gerakan Jama’ah Tabligh
Gerakana Jama’ah Tabaligh merupakan sebuah gerakan Islam transnasional yang berhasil, walaupun gerakan ini tidak mempunyai organisasi yang formla, tetapi gerakan ini telah mempunyai banyak pengikut di negara-negara lain, seperti di Paksitan, Bangladesh, Arab Saudi, Yordania, Palestina, Libanon, Mesir, Sudan, Iraq, serta Indonesia. Penyebaran ideologi-ideologi Tabaligh yaitu melalui-melalui individu, yaitu dengan cara jika ada salah seorang anggota Tabaligh di tempatkan di sebuah desa maka angggotanya tersebut menyebarkan ideologi mereka melalui masjid di tempat mereka berada, karena gerakan Jama’ah Tabaligh beranggapan bahwa dengan cara seperti itu ajaran mereka dapat berkembang secara meluas dengan efektif.
Kurang dari dua dekade gerakan Tabaligh telah berkembang secara pesat di luar kawasan Asia Selatan. Ribuan Muslim bergabung dengan Syekh Maulana Ilyas untuk menyebarkan pesan Islam di seluruh Mewat -- sebuah dataran tinggi Gangetic di India Utara. Ratusan masjid baru dibangun dan lusinan madrasah didirikan. Perlahan namun pasti, masyarakat Muslim di Mewat mulai menaati ritual-ritual wajib seperti mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa selama Ramadhan, dan melaksanakan haji. Di bawah kepemimpinan Syekh Muhammad Yusuf, Jamaah Tablig mulai mengembangkan aktivitasnya pada 1946. Sejak itulah, jaringan dakwah yang dikembangkan Jamaah Tablig telah mencapai negara-negara di kawasan Asia Barat Daya, Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, Eropa, dan Amerika Utara. 
Gerakan dakwah Jamaah Tabligh semakin menginternasional di bawah kepemimpinan Syekh Maulana In'amul Hasan. Ia adalah pemimpin ketiga Jamaah Tablig.  Kini, Jamaah Tablig menjadi gerakan Islam yang benar-benar mendunia. Pengaruhnya telah tumbuh secara signifikan mulai abad ke-20 hingga saat ini, khususnya di Asia Selatan dan Asia Tenggara, juga di Afrika dan di antara komunitas-komunitas muslim di Barat. kebanyakan pengikut Jamaah Tabligh di Asia Selatan, berasal dari kelas menengah ke bawah dan dari wilayah-wilayah semi-urban. Gerakan itu juga menarik jumlah pengikut yang sangat besar di kalangan pegawai pemerintah tingkat rendah, kaum profesional, dan guru-guru sekolah[4]. 
Keberhasilan gerakan Jama’ah Tabaligh sudah terbukti dengan meluasnya persebaran pengikut Jama’ah Tabaligh di dunia internasional. Gerakan Jama’ah Tabaligh tidak menerima dana ataupun donasi dari  siapapun ,untuk menjalankan aktivitasnya Biaya operasional Tabligh dibiayai sendiri oleh pengikutnya. Ada dua prinsip yang sangat fundamental bagi Jamaah Tabligh yaitu tidak melibatkan diri dalam politik praktis dan tidak membahas masalah keagamaan yang bersifat khilafiyah. Keberhasilan Gerakan Jama’ah Tabaligh juga disebabkan dikarenkan gerakan ini tidak melibatkan diri dalam politik, dimana gerakan ini fokus untuk menjadikan seorang muslim mempuyai mental yang baik, serta menjadikan seorang muslim yang shaleh. Di Indonesia sendiri pengikut Jama’ah Tabaligh sudah cukup banyak. Seperti yang kita ketehahui banyak masyarakat muslim di Indonesia yang melakukan dakwah, karena masyarakat muslim Indonesia berpikir dengan mereka melakukan dakwah maka mereka akan beramal, dan akan menjadi seorang muslim yang baik dan shaleh sesuai dengan yang diajarkan oleh Muhammad SAW. Keberhasilan Jama’ah Tabaligh juga dikarenakan dimana mereka lebih memilih cara berdakwah dengan cara menghindari kekerasan dan mereka juga sangat menghindari isu politik. Keberhasilan gerakan Jama’ah Tabaligh juga terjadi pada tahun 1978, dimana gerakan Jama’ah Tabaligh berhasil membangun sebuah Masjid Tabligh di Dewsbury, Inggris yang kemudian menjadi markas besar masyarakat gearkan Jama’ah Tabaligh  yang ada di Eropa.    Markas pusat Jama’ah Tabaligh ada di Nizzamudin, India. Kemudian setiap negara mempunyai markas pusat nasional.[5]  Jamaah Tabligh mudah masuk ke berbagai negara di dunia, karena gerakan ini menjauhkan diri dari dunia politik dan kontroversi-kontroversi politis. Yang lebih menarik, metode dakwah yang digunakan Syekh Maulana Ilyas untuk menyeru manusia kepada Islam terbilang sederhana. Dakwah Jamaah Tabligh berhasil menjangkau semua negara di dunia berkat ketulusan dan kesederhanaan jamaahnya, serta pesan-pesan dakwahnya yang nonkontroversial dan nonsektarian. Tak hanya itu, Jamaah Tabligh unggul dari sisi daya pikat personal para juru dakwahnya.
di Indonesia gerakan Jama’ah Tabaligh masuk pada tahun 1952 di bawah oleh para imigran muslim Asia Selatan, dan gerakan Jama’ah Tabaligh ini juga telah mencapai 27 propinsi di Indonesia.[6]  Salah satu propinsi di Indonesia yang terkena dampak gerakan Jama’ah Tabaligh ialah di Sulawesi Selatan, dan secaar tidak langsung telah menjadikan Makasar sebagai tempat pusta kegiatan gerakan Jama’ah Tabaligh di Indonesia. Dampak perubahan  yang diberikan gerakan Jama’ah Tabaligh terhadap masyarakat yang mengikuti gerakan Jama’ah Tabaligh di Indonesia khususnya di Makasar, dari suasana yang tidak agamis hingga saat ini menjadi wilayah yang agamis. Cukup banyak anggota masyarakatikut serta dalam kegiatan mereka. Sehingga hampir setiap hari dijumpaikelompok-kelompok Jamaah Tabligh melaksanakan khuruj fi sabilillah untuk melaksanakan dakwah Islamiyah,denganpenekanan pada aspek amar ma’ruf. Berbagai kelompok lapisan masyarakat, mulai dari lapisan bawah, misalnyakelompok tukang becak, penjual keliling dan kelompok-kelompok lainnyamisal, mahasiswa, pegawai negeri sipil, militer dan kepolisian dijadikansasaran dakwah. Hasilnya, banyak anggota masyarakat berubah sikap danperilaku keagamaannya. Harapan Maulana Muhammad Ilyas mendapat respon yang positif dari masyarakat Indonesia. Orang yang pertama sekali yang mengajarkan gerakan Jama’ah Tabaligh ke Maksara ialah orang India. Masjid pertama
yang dikunjungi ialah masjid Nurul Yaqin di Pa’baeng-baeng dan Masjid di Pandang-Pandang Sungguminasa. Sesudah itu, terus berkunjung ke Takalar,dan Jeneponto. Sesudah itu, datang tamu silih berganti dengan tujuan dakwahyang berasal dari berbagai negara. Ada dari Pakistan, Banglades dan India.Yang menjadi pusat kegiatan, pertama Jamaah Tabligh di Makassar ialah perguruan Cokroaminoto di Jl. Pontiku. Keberhasilan gerakan Jama’ah Tabaligh di Indonesia bukan hanya di Makasar tetapi di Medan juga terdapat pengaruh gerakan jama’ah Tabaligh. Gerakan ini tidak berambisi dalam masalah politik tetapi mengajak manusia untuk taat pada Alloh SWT dan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW dengan menjadikan masjid sebagai basis dakwah. Tak heran di Indonesia yang banyak masjid tetapi sepi dari umat dengan kedatangan jamaah ini menjadi makmur dan banyak amalan sunnah yang hidup. Jamaah tabligh selalu mengajak untuk membangun persaudaraan dan silahturahmi tanpa memandang ras dan kedaerahan/negara. Disaat ini orang bersilaturahmi didasarkan kepentingan tertentu saja. Dengan adanya gerakan jamaah tabligh yang mengajak untuk silaturahmi antar sesama muslim seluruh dunia. Gerakan ini disambut baik oleh masyarakat indonesia. Bahkan banyak kalangan tradisional yang ikut dalam gerakan jamaah tabligh masyarakat Indonesia banyak yang tertarik terhadap gerakan Jama’ah Tabaligh dikarenakan gerakan ini di dalam mereka mengajak umat untuk taat pada Alloh dan Rasul Nya mereka lakukan dengan akhlak mulia dan santun. Mereka berdakwah tidak meminta bayaran tetapi malah berkorban sehingga punya militansi yang tinggi.

III.               KESIMPULAN
Gerakan Jama’ah Tabaligh berasal dari India, dari seorang tokoh yang bernama Muhammad Ilyas yang dimana awalnya gerakan ini dibentuk untuk mengubah perilaku manusia muslim yang ada di India  menjadi perilaku yang lebih baik lagi, karena pada saat itu banyak orang-orang muslim yang mengalami kemerosotan mental di India. Gerakan Jamaah Tabaligh merupakan sebuah gerakan yang berasal dari pengalaman keagamaan yang dialami oleh pendirinya kemudian melahirkan suatu bentuk perkumpulan keagamaan yang kemudian gerakani menjadi sebuah gerakan yang besar dan berhasil didunia. Gerakan Jama’ah Tabligh sendiri banyak memikat para pengikutnya diberbagai dunia karena geraka ini hanya berfokus untuk berdakwah dan tidak membicarakan politik, serta gerakan ini tidak menggunakan kekerasan dalam hal dakwah mereka. gerakan Jama’ah Tabaligh sendiri mempunyai damapak yang cukup besar terhadap Indonesia. Di Indonesia sendiri, Makasar dan Medan menjadi salah satu daerah yang menjadi persebaran gerakan Jama’ah Tabaligh di Indonesia. Gerakan Jama’ah Tabaligh sudah memenuhi kriteria sebagai sebuah gerakan sosial yang ideal dikaenakan, gerakan ini tidak memiliki isu politik serta tidak menggunakan kekerasan dalam melakukan aksi gerakan mereka, serta gerakan ini juga merupakan hasil dari pengalaman pendirnya yang berkeinginan untuk mengubah orang-orang yang ada di India mempunyai mental yang baik dan islmiah. Jadi keberhasilan Jama’ah Tabaligh di Indonesia cukup pesat, bukan hanya di Makasar saja tetapi Medan juga telah ada gerakan Jama’ah Tabaligh di Indonesia, dan masih banyak wilayah-wilayah lain yang ada di Indonesia yang menjadi pengikut gerakan jama’ah Tabaligh. Masyarakat di Indonesia merasa bahwa gerakan Jama’ah Tabaligh merupakan suatu gerakan yang ideal karena mereka tidak menggunkan kekerasan, tidak membicarakan politik, serta gerakan ini tidak memandang status sosial seseorang yang mau bergabung dengan gerakan jama’ah Tabaligh di Indonesia.


REFRENSI.
1.        Yoginder Sikand, Sufisme Pembaru Jamaah Tabligh Kasus Komunitas Meo di Mewat, di India,  Rajawali Press,, Jakarta, 2008, hal 221.
2.        D. Metclaf, Aktivisme Islam Tradisionalis Deoband Tabaligh dan Taliban dalam Dinamika Kontemporer dalam Masyarakat Islam, INIS, Jakarta, 2003, hal 137.
3.        Metclaf, op.cit., hal 139

Tidak ada komentar:

Posting Komentar